Hello apa kabar, tanya seorang disebelahku seakan memecah kesunyian sore itu, eh iyah dengan seadanya aku jawab salam itu, baik pak. bapak apa kabar ? baik, bagaimana sudah nunggu lama pak? ah engak pak, barusan malah baru menikmati pemandangan sekitar toko. dengan percakapan yang renyah pertemuan itumengalir begitu saja seakan bagaikan orang yang sudah lama saling mengenal, ngak tau mengapa padahal orangnya seusia aku gitu, tapi luar biasa cara di menyampaikan argumenya serta pandangan cara hidupnya, kata-kata yang mengalir dari bibirnya bagaikan air terjun yang mengalir begitu damainya, sejuk, penuh makna dan ngak tau harus mengungkapin apa rasa yang aku alami.
Oke setelah pertemuan itu, secercah harapan muncul dan suasana cair. aku rasakan seakan sore itu pecah sudah masalah yang membeku bertahun lamanya. harapan baru muncul, ingin kugapai semua yang memang aku idamkan selama ini, ingin aku capai dan aku rengkuh apa yang memang selayaknya aku nikmati.
keberanian yang selama ini aku agung agungkan ternyata baru sebatas kata pengugah saja, tanpa berani aku memulai. keingginan yang selama ini aku harapkan ternyata baru hanya sekedar wacana tanpa sadar aku untuk meraihnya, aku begitu takut untuk melangkah atau untuk aku lakukan.
terlalu banyak kendala yang mungkin akan menghadang jika memeang seandainya aku lakukan sejak dari lama. tapi jika memang aku menginginkan sekarang juga maka tak boleh tidak aku harus memulai sekarang juga, kaan aku mulai meskipun darii nol seklaipun.
Aku ingin merangkaimu menjadi sbuah asa yang indah. ingin aku cipta simfoni yang indah hingga tercipta sebuah lagu yang nantinya akan menjadi pelabuhanku teraakhir kalinya. madu yang seharusnya aku nikmati memang tak selayaknya aku buang atau aku sia-siakan.
baru muncul keberanianku tak kala engkau datang dalam hatiku, engkau menawari sebuah madu yang manis, yang aku pikir-pikir mengapa tak dari dulu setiap engkau menawari aku, aku iyakan saja. bukankah itu akan terasa manis, dan akan membuat aku merasa bahagia semakin kaya akan pengalaman hidup. tapi tak apalah, memang baru sekarang aku nikmati keberanianku ini.
akan ku gapai dan janji aku akan belajar menghargai setiap waktu yang akan aku lalui, tak akan aku tinggalkan waktu yang sempit ini untuk sekedar memikirkanmu, sekedar menatap keindahan ahlakmu apalagi berfikir untuk menjadikanmu sesuatuyangsangat berarti dalam hidupku.
akan aku cari dulu siapa sebenarnya jati diri aku, siapakah aku serta bagaimanakah aku seharusnya harus bertindak. akan aku penuhi sisa hidup ini untuk melayani engkau hingga aku benar-benar temukan jati diri aku. hingga waktunya tiba aku akan datang kepadamu untuk menagih janji yang engkau berikan kepadaku! tapi bila itu terlambat aku akan cari sesuatu yang akan membuat aku tidak menyesalinya seumur hidupku.
Terima kasih kepada kawan yang telah membentuk keangkuhanku serta kepengecutanku sehingga tercipta sebuah asa yang muncul hingga selayaknya aku harus bangkit.