Wuakak kak…… tercapai juga nyidam liat film AAC, barusan nonton film itu rasanya memang membagkitkan jiwa untuk segera…. hmmmm appa yach ?
SEbetulnya filmnya sih biasa biasa saja, ngak ada yang istimewa tapi seting film yang diambil serta latar belakang mesir yang bagus membuat film itu menjadi daya tarik tersendiri, kehidupan mesir memang tidak jelas tergambar dalam film itu tetapi penduduk yang terlihat muslim banget memang membuat aku secara pribadi sangat senang melihatnya. entah mengapa dengan latar belakang itu menampakan islam yang sebenarnya.
yang menjadi masalah buat aku sih sebenarnya para pemainya, memang bagus sih mainya tetapi bagi aku pemainnya kurang meresapi. nah sekarang bayangkan lihat rianti yang memerankan aisya diakan sebenarnya tidak memakai jilbab dalam kehidupan nyatanya, nah bagaimana terlihat anggun jika ia memakaijilbab hanya sebagai tuntutan film. mengapa tidak seperti keingginan kang abik yang meminta tokoh aisya diperankan oleh seorang aktor mesir yang asli yang notabenenya memang seorang muslim yang sejati, mungkin dengan begitu film itu akan menambah daya gebrak yang sangat luar biasa.
balik lagi ke film, bagi aku memang sangat luar biasa sang sutradara memanage setiap kejadian seolah oleh itu memang terjadi. dengan paduan musik yang bagus sangup menghidupkan suasana, ingat ketika suasana fahri ketika menikahi aisya, sangat luar biasa sengan musik yang pas banget dapat membuat sang penonton seolah oleh berada dalam kejadian itu, suasana haru biru menyelimuti ruangan itu disertai taburan bunga dari atas membuat suasana mejadi sangat menyenangkan.
balik lagi ke fahri, yup memang fahri menjadi idola semua wanita, dalam film itu memang dia menjadi sempurna dimata semua gadis, kebaikanya serta kepandaianya, pergaulanya serta seorang salah ssatu murid ulama terkenal menjadi daya tarik tersendiri. memang beruntung menjadi seorang fahri, memang begitu kali yach 4jji selalu memberikans setia jalan kepada siapa saja yang ia kehendaki, dia telah berbuat baik kepada dirinya dan orang lain, ingat ngak ketika fahri membela seorang bule akan kata-kata yang ia ucapkan, sangat luar biasa.
memang harus gitu kali yach, kita harus berusaha berbuat baik dulu, ngak usah pada orang lain dulu, berbuat baik saja pada diri sendiri kemudian setealah bisa berbuat baik pada diri sendiri lalu kepada keluarga serta kepada orang lain. mungkin dengan begitu kita juga akan mendapat menfaat darinya.
ingat juga ketika didalam penjara, apa kata-kata yang sangat luar biasa yang dapat dikatakan oleh seorang nara pidana. bahwa sesungguhnya 4jji talah memgiirmkan pesan kepada kita untuk selalu ingat siapa diri kita, terlalu sombongkah kita atau ngak tau dirikah kita, menyombongkan sedikit apa yang kita punya, sesungguhnya kita berada dalam kerugian jika kita tidak tau siapa diri kita dan tidak dapat mengkur siapa diri kita. sesungguhnya islam adalah kesabaran dan menerima apa adanya.
yo wis lah aku bukanlah fahri, aku ini manusia yang sedang mencari siapa jati diri aku.setidaknya aku punya satu contoh bahwa berbuat baik dan memperbaiki diri adalah salah satu contoh yang harus aku lakukan jika aku ingin menjadi fahri didunia nyata.